Membaca ‘Dunia Kali’

Ramadhan kemarin, 10 hari saya hanya terbaring di atas tempat tidur. Seluruh tubuh rasanya sakit. Tidak enak ini itu, pula tidak sanggup juga. Hanya bisa istirahat (rebahan), minum obat dan kadang membaca buku (itupun jika sedang sanggup). Sempat saya paksakan bangun di suatu hari untuk kerja, lalu malah tepar lagi. Selama sakit (di sekitar rentang … Continue reading Membaca ‘Dunia Kali’

600 Detik untuk Membalas 1 Pesan

"Kak, boleh nggak sih laki nangis?" Saya mendapati pesan elektronik berbunyi demikian ketika sedang asik-asiknya mendengarkan lagu Pecandu Buku di playlist telepon genggam sore tadi. Seketika memori tentang orang-orang terdekat muncul begitu saja. Semuanya. Saya meniti satu persatu rekaman di kepala. Adakah orang terdekat laki-laki yang pernah saya lihat tengah menangis? Jujur saya tidak benar-benar … Continue reading 600 Detik untuk Membalas 1 Pesan

374 Characters

Kita kerap mengingat masa-masa paling patah di lubuk hati yang paling rumah barangkali pernah menyeka halamannya dengan hal-hal baik yang fana ruang tunggu masih hening meski lampunya nyala terang Kita acap mengenang saat-saat paling resah mengutip satu-satu angan yang terpisah mungkin pernah menandai halamannya dengan pengantar paling tegar bab baru siap ditambah berapa kali ditinggal … Continue reading 374 Characters

Rindu yang Genap

Rindu itu sejenis tasawuf. Jangan memaksa paham. Ia tiba pada waktunya. -Rocky Gerung Penghujung tahun 2017 saya melapak buku bacaan anak-anak di suatu tempat sekitaran Jakarta. Dengan niatan menyuntik energi gemar baca buku pada mereka yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap Sabtu adalah saat yang paling saya tunggu kala itu. Saya begitu … Continue reading Rindu yang Genap

Senja Kita Beda

Mulai kemarin, senja kita jadi beda. Senjamu berkepala mahkota. Bertabur tahta dan mutiara. Sedang aku, senjaku hanya langit berwarna jingga. Dikelilingi gedung tinggi dengan alas beraspal, lengkap disertai jembatan kokoh jadi atapnya. Sesekali dihinggapi anak-anak juga. Di sekitarnya, menari-narilah mereka. Pakaian robek, tak pakai sandal. Nyaris payah, tapi tetap indah. Meski begitu, anak-anak tetaplah anak-anak. … Continue reading Senja Kita Beda

MENELADANI 4 PEREMPUAN TERBAIK SEPANJANG MASA

Tulisan ini telah diterbitkan di blog resmi Ulul Albab Institute. Oleh: Salmafjr Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Teramat tepat bahwa Allah dan rasul-Nya menitipkan surga dalam tanggung jawab seorang ibu. Yang mengemban amanah sebagai madrasah pertama dari anak-anaknya dan menjadi sebaik-baik perhiasan jika ia seorang perempuan yang salihah. Dalam hadis … Continue reading MENELADANI 4 PEREMPUAN TERBAIK SEPANJANG MASA

PEREMPUAN DALAM KARYA SASTRA

Sebagaimana kita ketahui bahwa karya sastra selalu memberikan ruang terbuka bagi setiap objek yang dibahasnya. Salah satu objek yang tak pernah kering untuk dibahas adalah tema tentang perempuan. Perempuan adalah salah satu objek yang kaya akan estetika. Oleh sebab itu sangat banyak penelitian terhadap karya sastra yang lahir dengan bertema perempuan. Tentang kepribadiannya, fisiknya, batinnya, … Continue reading PEREMPUAN DALAM KARYA SASTRA

Jum’at

Pendar surya bertunas menjalar beriring sibakan sarung dan ketukan langkah kaki Wewangian mengudara menelanjangi derai deru udara tengah hari runcing menuding relung paling kedung Para penyorban tak ubahnya perindu yang ingin dijumpai yang memperelok diri demi bersua Kekasih hati Jakarta, 13 Mei 2019